Chat with us, powered by LiveChat

Persiapan Budidaya

Pusat Pembelajaran Moringa Organik Indonesia

Persiapan Budidaya

12 Agustus 2019 Budidaya & Pengolahan 0

Penyiapan Lahan

Kemudahan dalam penyebaran akar merupakan kondisi yang diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman Kelor. Oleh karenanya, Kelor memerlukan tanah yang baik-kering liat atau berpasir untuk pertumbuhan yang optimal. Artinya, media tanam untuk Kelor haruslah yang mudah ditembus oleh perakaran dan dapat meneruskan air atau tidak membuat air tergenang.

Areal penanaman harus bersih dari rumput-rumputan atau jenis gulma pengganggu lainnya. Jika jarak tanam rapat, tanah harus dibajak dan digaru dengan kedalaman maksimum 30 cm. Namun jika jarak tanam renggang (1 m x 1 m), lebih baik untuk menggali lubang dan menutupnya kembali. Hal ini memastikan sistem penetrasi akar yang baik tanpa menyebabkan erosi tanah terlalu banyak (membajak tanah dapat berisiko erosi atau longsor pada saat hujan lebat, angin atau pada tanah dengan kemiringan yang curam). Lubang harus memiliki kedalaman 30 sampai 50 cm dengan lebar 20 sampai 40 cm. Ketika mengisi lubang tanam, campur tanah dengan pupuk kandang, kompos atau bokashi. Tidak boleh menggunakan pupuk kimia, herbisida dan pestisida dalam pengolahan tanah.

 

Perbanyakan Tanaman

Kelor sangat mudah ditanam baik dengan menggunakan stek maupun biji.  Penanaman dengan stek merupakan praktek yang paling umum dilakukan sesuai dengan fungsinya sebagai batas tanah, pagar hidup atau pun batang perambat. Perbanyakan dengan stek cenderung memberikan produksi biomas yang lebih banyak karena tanaman cenderung menghasilkan banyak cabang yang rimbun, sedangkan perbanyakan dengan biji menyebabkan tanaman cenderung tumbuh keatas dengan batang utama dan percabangan yang sedikit.

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya, namun untuk budidaya yang dimaksudkan untuk kebun komersial, kami menyarankan untuk menggunakan biji secara langsung.

 

  • Perbanyakan dengan stek batang

Perbanyakan dengan batang membutuhkan batang stek dengan tinggi antara 0,5 – 1,5 m disesuaikan dengan kebutuhan dan diameter 4 sampai 5 cm. Penanaman dengan batang stek yang pendek dapat dilakukan pada pekarangan rumah, namun untuk kebun diperlukan batang yang tinggi untuk melindungi tanaman dari ternak. Batang stek yang digunakan sebaiknya berasal dari tanaman yang sehat dan berumur lebih dari satu tahun. Semakin besar lingkaran batang stek semakin besar peluangnya untuk hidup.

Penanaman stek dilakukan dengan membuat lubang sedalam 10 – 15 cm dan dihindari melakukan tujak langsung yang dapat merusak bagian kulit ujung batang sehingga mengganggu tempat pertumbuhan perakaran. Pada bagian ujung stek dipotong diagonal untuk memperluas bidang pertumbuhan akar sehingga tanaman dapat bertumbuh dengan cepat dan dengan perakaran yang kokoh. Batang stek setelah dipotong tidak boleh dibiarkan lebih dari tiga hari sebelum ditanam. Ketika ditanam, sepertiga dari batang harus terkubur dalam tanah.

Waktu penanaman stek batang terbaik adalah pada akhir musim kemarau sampai awal musim hujan. Jarak tanam sangat ditentukan oleh tujuan penanamannya. Bila dimaksudkan sebagai tanaman pagar, maka jarak tanam harus dibuat rapat untuk mencegah masuknya hewan liar kedalam kebun.

Tanaman yang berasal dari stek batang, tidak akan memiliki sistem akar yang mendalam dan akan lebih sensitif terhadap angin dan kekeringan. Stek batang juga lebih sensitif terhadap serangan rayap.

 

  • Perbanyakan dengan biji

Perbanyakan dengan biji mempunyai persyaratan yang berbeda dengan perbanyakan dengan stek batang. Tanaman yang diperbanyak dengan biji mempunyai pertumbuhan yang sangat lamban pada awal karena pertumbuhan lebih kepada pengembangan akar, sehingga tanaman sangat rentan terhadap persaingan dengan gulma. Oleh karena itu, tanaman perlu disiangi dengan teratur, namun setelah akar bertumbuh dengan baik, tanaman menjadi lebih kokoh, tumbuh dengan cepat, tahan kekeringan dan mampu mengasilkan biomas daun yang tinggi.

Bila menanam Kelor dimaksudkan sebagai budidaya komersial,  maka sebaiknya menggunakan perbanyakan dengan biji. Oleh karena itu perlu dilakukan beberapa tindakan untuk dapat mempercepat pertumbuhan Kelor yang ditanam dengan biji.

  1. Pemilihan biji

Biji yang ditanam sebaiknya berasal dari biji yang sudah diseleksi berasal dari tanaman yang sehat, berumur lebih dari 5 tahun, dipanen pada waktu buah polong Kelor sudah tua dan biji dikeringkan dengan baik. Biji yang dipilih sebagai calon benih adalah biji yang sehat, penampilan biji bernas, tidak keriput, cacat atau rusak.  Biji yang tersimpan lama, tidak baik untuk dijadikan sumber benih karena daya kecambahnya akan menurun, sehingga persentasi tumbuhnya sangat kecil.

  1. Perlakuan terhadap biji

Biji yang sudah diseleksi sebagai calon benih sebelum ditanam direndam dalam air hangat dan dibiarkan selama satu malam atau sampai biji terlihat mengembang, biji yang mengapung sebaiknya dibuang dan tidak digunakan sebagai benih. Biji yang sudah direndam kemudian ditiriskan dan dapat ditanam segera atau paling lambat sehari setelah ditiriskan. Untuk mempercepat perkecambahan, kami memecahkan kulit biji dengan sedikit menekannya agar air mudah masuk ke dalam cangkang biji.

Biji Kelor dapat diambil dari polong atau buahnya yang sudah tua, berwarna coklat dan mudah pecah.  Namun, bila mendapatkannya dari sumber lainnya, maka pilihlah sumber yang dapat dipercaya. Benih yang baik harus layak, berisi, bersih dan bebas penyakit. Benih tidak boleh disimpan dalam waktu lama karena biji Kelor akan kehilangan viabilitas (daya kecambah) setelah sekitar satu tahun. Biasanya, dalam satu kilogram biji Kelor, terdapat sekitar lebih dari 4.000 biji Kelor.

Biji Kelor dapat disemaikan dalam polybag atau tray benih, di persemaian atau ditanam langsung di kebun. Sebaiknya, penyemaian langsung dilakukan bila yakin bahwa daya tumbuh dan laju perkecambahan biji yang ditanam cukup tinggi.

Menanam biji di persemaian memiliki kelemahan sebagai berikut :

  • Membutuhkan lebih banyak pekerjaan, terutama ketika transplantasi
  • Transplantasi dapat merusak akar tunggang yang rapuh dan penting dalam menjamin hasil panen serta ketahanan tanaman terhadap kekeringan.

Sedangkan produksi dalam polybag memiliki kelemahan sebagai berikut:

  • Memakan waktu: mengisi dan menempatkan polybag, perawatan, transportasi dan transplantasi.
  • Membutuhkan biaya lebih tinggi untuk tenaga kerja dan bahan-bahannya.

 

  1. Penyemaian di Persemaian

Biji harus ditabur pada kedalaman maksimum 2 cm. Lubang tanam yang terlalu dalam, akan sangat mengurangi tingkat perkecambahan. Tiap lubang dapat diisi satu atau dua biji. Bila harga biji mahal atau sulit untuk memperolehnya, pilihan yang lebih baik adalah dengan menanam satu biji saja dan menunggu dua minggu untuk perkecambahan. Bila ada yang gagal tumbuh, maka penanaman diulang. Namun bila kualitas biji tidak diketahui dengan pasti atau masa penyemaian tidak optimal, gunakan dua biji per lubang, ini akan sangat menghemat waktu dibanding harus tanam ulang.

Jika dua biji berkecambah, tanaman yang kurang bagus dapat dipotong setelah mencapai ketinggian sekitar 20 cm. Lakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan sistem akar pada tanaman. Transplantasi bibit yang diperbanyak dengan metode penyemaian langsung tidak disarankan, karena berisiko tinggi merusak akar tunggang.

Biji Kelor berkecambah 5 sampai 12 hari setelah tanam. Jika biji tidak berkecambah setelah dua minggu, harus diganti karena tanaman tidak akan tumbuh dengan baik nantinya. Sebaiknya periksa lubang tanam, apakah ada serangan semut atau rayap terhadap biji yang ditanam. Jika hal ini terjadi, lubang harus diberi larutan insektisida, dan gunakan yang alami seperti daun nimba. Setelah itu penyemaian dapat dilakukan kembali.

  1. Penyemaian dalam polybag atau pot

Polybag yang sesuai adalah polietilen, berlubang untuk aerasi dan membuang kelebihan air, serta gunakan media tanam bokashi. Lubang tanam tidak boleh lebih dari 2 cm agar biji dapat berkecambah dalam waktu 5-12 hari setelah tanam.  Pasalnya, lebih dari rentang waktu itu, dapat dipastikan biji tidak berkecambah dan kalau pun berkecambah, nantinya tanaman tidak akan tumbuh baik.

Tempatkan polybag di daerah yang sedikit ternaungi agar terlindungi dari hujan lebat atau panas yang terik. Siram setiap 2 sampai 3 hari tergantung pada kelembaban tanah, dianjurkan 10-20 ml air untuk setiap polybag. Pada tahap ini tanaman harus terlindung dengan baik dari belalang, rayap dan hewan lain.

Pada saat biji sudah berkecambah dan muncul daun, maka penyiraman harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar batang tanaman yang masih lemah tidak patah. Tanaman yang rebah harus ditopang dan diperlakukan dengan sangat hati-hati. Tanaman Kelor muda harus dirawat selama 4-6 minggu sebelum tanam, atau ketika tinggi tanaman sudah sekitar 30 cm. Lepaskan tanaman dari polybag dan pastikan bahwa akar tanaman tidak rusak.